Nah pembaca passti semua teman kalian semua selalu berbeda kan tiap orangnya. Kira-kira menurut kalian apa aja sih alasannya manusia bisa berbeda?
1. Gen
Nah yang ini paling awal yaitu gen, pasti yang ini sangat berpengaruh dong, kenapa karena kalian dilahirkan dari orang tua kalian pasti kalian juga mewarisi 1 dari sifat orang tua kalian.
2. Lingkungan
Selain itu Lingkungan juga berperan penting lho, misalnya di tempat kamu tinggal ada berandalan yang selalu nongkrong disana, bisa saja kamu terpengaruh dari kebiassaan mereka lho.
3. Teman
Kalau misalnya kamu sebenarnya anak yang tidak merokok, tetapi temanmu semua merokok menurut kamu apa yang terjadi?, teman kamu pasti akan mengajak kamu unutk melakukan hal yang sama meski tidak pasti tapi ini mempunyai kemungkinan yang besar lho..
4. Sekolah
Di sekolah kamu pasti akan selalu diajarkan soal norma dan cara untuk membedakan mana yang baik serta mana yang buruk, guru juga akan memperingati kamu apabila kamu melakukan misalnya menegur kamu atau menghukummu
5. Diri sendiri
Nah disini pasti kamu sendiri mempunyai cara pandang yang berbeda dengan orang lain dong dari ke 4 diatas yang akan membentuk cara pandangmu sendiri yang entah baik atau buruk.
Nah pembaca sekian dari saya hari ini dan selamat malam.
Friday, December 21, 2018
Tes Proyektif Kepribadian
Halo, selamat malam lagi kawan kawan semua di blog saya hari ini.
Kali ini saya akan membahas tentang Tes Proyektif Kepribadian.
Apa sih Tes proyektif kepribadian itu? Tes ini ada tes yang menggunakan stimuli yang ambigu sehingga pikiran alam bawah sadar kita bisa muncul keluar.
Tes ini berasal dari kepercayaan bahwa kepribadian itu berasal dari alam bawah sadar kita, karena awalnya alam bawah sadar kita itu tidak dapat keluar karena dihalangi oleh ego kita, makates ini akan menegeluarkannya secara tidak sadar tentunya~.
Nah di Tes ini ada 2 yang biasanya diapakai antara lain Thematic Apperception Test (TAT) DAN JUGA Rorschach Inkblot Test.
1. Thematic Apperception Test
Tes ini biasanya berupa satu gambar yang ambigu dan kemudian peserta diminta untuk menuliss cerita berdasarkan gambar yang diberikan
Misalnya dengan contoh diatas peserta bisa mengartikan apakah nenek tua tersebut merupakan bagian jahat dari perempuan tersebut, atau apakah nenek tersebut mencoba membunuh perempuan tersebut, tak ada kata salah di tes ini sehingga ssetiap jawaban peserta akan bervariasi dan psikolog akan mengartikan jawaban dari peserta tersebut.
2. Rorschach Inkblot Test
Nah selain dari TAT ada juga nih Rorschach Inkblot Test, stimulus dari tes ini lebih ambigu lagi, apabila TAT menggunakan gambar maka Rorschach menggunakan tinta yang diteteskan secara simetris kemudian dilipat di kertas. Disini peserta juga diminta untuk mengartikan gambar tersebut dengan memperhatikan apa yang dapat ditangkap dari hasilnya.
Misalnya apakah anda melihat vagina yang dikelilingi laba-laba, hal itu bisa berarti anda merasakan takut kepada sex. Tetapi banyak orang yang mengartikan tes ini secara subjektif.
Tetapi karena sering diinterpretasikan secara subjektif Tes projektif sekarang lebih jarang digunakan daripada di masa lalu
Kali ini saya akan membahas tentang Tes Proyektif Kepribadian.
Apa sih Tes proyektif kepribadian itu? Tes ini ada tes yang menggunakan stimuli yang ambigu sehingga pikiran alam bawah sadar kita bisa muncul keluar.
Tes ini berasal dari kepercayaan bahwa kepribadian itu berasal dari alam bawah sadar kita, karena awalnya alam bawah sadar kita itu tidak dapat keluar karena dihalangi oleh ego kita, makates ini akan menegeluarkannya secara tidak sadar tentunya~.
Nah di Tes ini ada 2 yang biasanya diapakai antara lain Thematic Apperception Test (TAT) DAN JUGA Rorschach Inkblot Test.
1. Thematic Apperception Test
Tes ini biasanya berupa satu gambar yang ambigu dan kemudian peserta diminta untuk menuliss cerita berdasarkan gambar yang diberikan
Misalnya dengan contoh diatas peserta bisa mengartikan apakah nenek tua tersebut merupakan bagian jahat dari perempuan tersebut, atau apakah nenek tersebut mencoba membunuh perempuan tersebut, tak ada kata salah di tes ini sehingga ssetiap jawaban peserta akan bervariasi dan psikolog akan mengartikan jawaban dari peserta tersebut.
2. Rorschach Inkblot Test
Nah selain dari TAT ada juga nih Rorschach Inkblot Test, stimulus dari tes ini lebih ambigu lagi, apabila TAT menggunakan gambar maka Rorschach menggunakan tinta yang diteteskan secara simetris kemudian dilipat di kertas. Disini peserta juga diminta untuk mengartikan gambar tersebut dengan memperhatikan apa yang dapat ditangkap dari hasilnya.
Misalnya apakah anda melihat vagina yang dikelilingi laba-laba, hal itu bisa berarti anda merasakan takut kepada sex. Tetapi banyak orang yang mengartikan tes ini secara subjektif.
Tetapi karena sering diinterpretasikan secara subjektif Tes projektif sekarang lebih jarang digunakan daripada di masa lalu
Thursday, December 20, 2018
Interview
Selamat Malam para pembaca.
Malam ini kita akan membahas apa yang harus kita lewati kalau misalnya kita sudah lulus dan mencari pekerjaan. Ya hal tersebut adalah interview.
Interview merupakan cara untuk menegtahui kepribadian orang, hal ini juga sering digunakan di dunia kerja.
Interview merupakan cara yang sering digunakan karena interviewer bisa lebih langsung mengenal orang tersebut dengan berbicara tanpa gangguan dari pihak lain, tetapi meski interview merupakan cara yang paling digemari.
Interview juga mempunyai kelemahannya sendiri misalnya :
1. Subjektif
Interview sering dikatakan subjektif karena interviewer bisa saja menanggapi 1 hal secara berbeda, karena perspektif manusia selalu berbeda meski ada beberapa yang sama.
2. Situasi yang dibuat
Maksud dari kata tersebut adalah Interview merupakan situasi yang dibuat oleh manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Hal tersebut membuat orang yang diinterview merasa gugup dan tegang sehingga bisa mengeluarkan hasil yang bisa saja tidak sesuai dengan kepribadian aslinya. Seseorang bisa saja merasa sangat gugup saat melakukan interview biasanya adalah orang yang kompeten dalam kerja, namun interview membuatnya gugup dan malah terlihat seperti orang yang ceroboh.
3. Kejujuran
Pada saat interview jawaban dari orang diinterview tidak bisa dipastikan 100% benar, karena interviewer tidak bisa tahu apakah orang tersebut berbohong atau tidak.
4. Memakan Waktu
Selain itu Interview memakan waktu yang sangat lama karena hal ini dijalankan dengan format 1 orang tiap interview bukan dengan kelompok sehingga interviewer harus menanyakan tiap orang secara terpisah sehingga memakan waktu yang lama.
Tetapi dengan semua kelemahan ini bukan berarti Interview tidak bisa digunakan, karena semua cara unutk mengetahui kepribadian orang juga mempunyai kekurangannya sendiri.
Sekian dari saya , Terima kasih telah meluangkan waktu membacanya :D
Malam ini kita akan membahas apa yang harus kita lewati kalau misalnya kita sudah lulus dan mencari pekerjaan. Ya hal tersebut adalah interview.
Interview merupakan cara untuk menegtahui kepribadian orang, hal ini juga sering digunakan di dunia kerja.
Interview merupakan cara yang sering digunakan karena interviewer bisa lebih langsung mengenal orang tersebut dengan berbicara tanpa gangguan dari pihak lain, tetapi meski interview merupakan cara yang paling digemari.
Interview juga mempunyai kelemahannya sendiri misalnya :
1. Subjektif
Interview sering dikatakan subjektif karena interviewer bisa saja menanggapi 1 hal secara berbeda, karena perspektif manusia selalu berbeda meski ada beberapa yang sama.
2. Situasi yang dibuat
Maksud dari kata tersebut adalah Interview merupakan situasi yang dibuat oleh manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Hal tersebut membuat orang yang diinterview merasa gugup dan tegang sehingga bisa mengeluarkan hasil yang bisa saja tidak sesuai dengan kepribadian aslinya. Seseorang bisa saja merasa sangat gugup saat melakukan interview biasanya adalah orang yang kompeten dalam kerja, namun interview membuatnya gugup dan malah terlihat seperti orang yang ceroboh.
3. Kejujuran
Pada saat interview jawaban dari orang diinterview tidak bisa dipastikan 100% benar, karena interviewer tidak bisa tahu apakah orang tersebut berbohong atau tidak.
4. Memakan Waktu
Selain itu Interview memakan waktu yang sangat lama karena hal ini dijalankan dengan format 1 orang tiap interview bukan dengan kelompok sehingga interviewer harus menanyakan tiap orang secara terpisah sehingga memakan waktu yang lama.
Tetapi dengan semua kelemahan ini bukan berarti Interview tidak bisa digunakan, karena semua cara unutk mengetahui kepribadian orang juga mempunyai kekurangannya sendiri.
Sekian dari saya , Terima kasih telah meluangkan waktu membacanya :D
Subscribe to:
Posts (Atom)






